Penyebab hidung miring setelah operasi

Beberapa penyebab hidung miring setelah operasi

1. Memakai implant L. 
Artinya implant yang dipakai berbentuk seperti huruf L. Yaitu implant yang bermula ujung batang hidung di tengah mata sampai dengan ujung bawah hidung (tip). Sewaktu masa pemulihan implant hidung masih dapat bergeser ke kiri atau kanan, ujung hidung yang bergerak misalnya dikarenakan gerakan tertawa atau menguap, akan membuat tip hidung bergerak, gerakan tip hidung akan membuat implant dari tip ke dorsal (batang) hidung bergeser. Jadi sebaiknya tidak menggunakan implant di tip hidung. Terlebih jika menggunakan implant yang terlalu tinggi melebihi kemampuan elastisitas kulitnya.
2. Contraction scar.
Setiap tindakan selalu menghasilkan trauma. Sehingga menimbulkan reaksi inflamasi, seperti bengkak dan perdarahan. Bekuan darah nantinya akan diserap tubuh dan menghilang. Jika proses penyembuhan berjalan dengan baik dan cepat, jaringan bekas luka di dalam hidung akan cepat lembut. Jika proses penyembuhan berjalan lambat atau akibat perdarahan yang banyak, maka mengakibatkan timbul jaringan fibrosis yang berlebih. Jaringan fibrosis ini sifatnya kaku, tidak fleksible (contraction]. Inilah yang menyebabkan hidung tertarik, mungkin ke arah atas atau ke sebelah kiri atau kanan, sehingga terlihat tidak simetris. Penyebab jaringan fibrosis yang tebal biasanya juga diakibatkan pada yang mempunyai kebiasaan merokok atau alkohol. Bisa juga akibat infeksi dan bagi yang mudah terjadi keloid.
3. Tindakan ostetomi.
Osteotomi dibutuhkan jika tulang hidung lebar. Karena prosedur osteotomi tidak bisa dilihat langsung (hanya bisa dideteksi simetris atau tidak dengan cara diraba), sulit memastikan posisi tulang hidung simetris.
4. Pengambilan tulang septum ( tulang rawan sekat hidung).
Tulang septum diperlukan untuk tindakan tipplasty. Walau diambil hanya sebagian, terkadang tulang septum menjadi tidak cukup kuat, sehingga rentan membuat  hidung miring karena mendapat beban pada saat tip plasty. Hal tersebut bisa ditanggulangi dengan  diperlukan penopang yang cukup membuat tulang septum stabil.
5. Tipplasty menggunakan tulang tawan septum dan telinga.
Tidak semua tulang septum cukup kuat untuk membuat tinggi tip. Sehingga kadang diperlukan dua lapis bahkan lebih untuk tip yang stabil. Tulang rusuk (iga) lebih stabil, hanya memerlukan prosedur lebih. Hal yang perlu diperhatikan adalah tip hidung yang terlalu stabil membuat rasa ujung hidung keras dan kaku jika ditekan.

Baca juga memakai implant L atau I untuk operasi hidung?

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: