Perbaiki Hidung Bengkok (Berpunuk) Dengan Hump Nose Rhinoplasty

Menyadari  bila memiliki bentuk hidung yang berpunuk? Lalu, apa sih bentuk hidung yang berpunuk itu? Bentuk hidung yang berpunuk atau bengkok umumnya dimiliki oleh beberapa etnis tertentu, ditandai dengan adanya tonjolan pada jembatan hidung. Orang yang memiliki bentuk hidung berpunuk akan memiliki bentuk hidung yang tampak lebih besar.

Hidung berpunuk merupakan jenis hidung yang memiliki batang hidung yang menonjol, ujung hidung yang lunglai, dan lebarnya tulang hidung. Ciri-ciri utama hidung yang berpunuk adalah melemah dan tidak meratanya tulang rawan septal di bawah hidung sehingga tercipta bentuk punuk pada hidung. Bentuk hidung berpunuk didapatkan karena beberapa alasan, salah satunya keturunan (sebagian etnis tertentu memiliki hidung yang berpunuk), atau karena cedera.

Lalu bagaimana cara memperbaiki bentuk hidung yang berpunuk? Salah satu solusi memperbaiki hidung berpunuk ialah dengan hump nose rhinoplasty. Hump nose rhinoplasty merupakan prosedur kecantikan dimana jaringan hidung yang berpunuk dikeluarkan. Tentunya, diperlukan konsultasi secara mendalam mengenai penyebab bentuk hidung berpunuk lebih dahulu agar dokter mengetahui tindakan apa yang harus diambil. Misalnya saja, bentuk hidung yang didapatkan dari faktor genetik atau cedera.

Metode hump nose rhinoplasty dilakukan tergantung pada seberapa parah kebengkokan dan punuk pada hidung. Apabila parah, masalah fungsional (misalnya rhintis) bisa saja terjadi dikarenakan deformasi tulang hidung, tulang rawan struktural, kartilago septum, dan otot. Sehingga prosedur tersebut bukan operasi yang tergolong sederhana dimana hanya menambahkan implan dan menghilangkan punuk pada hidung. Lakukan diagnosis mendalam mengenai penyebab dasar dari hidung berpunuk sebelum memilih metode operasi yang akan dilakukan. Terdapat dua metode dalam memperbaiki hidung yang berpunuk, yaitu septal cartilage rhinoplasty dan rib cartilage rhinoplasty. Septal cartilage rhinoplasty digunakan untuk pasien yang memiliki kartilago septum yang cukup dan jembatan hidung yang lebih tinggi. Dan untuk pasien yang memiliki jembatan hidung rendah atau tidak memiliki tulang rawan septum yang cukup, dokter akan menggunakan rib cartilage rhinoplasty. Dari kedua metode hump nose rhinoplasty, keduanya dilakukan sesuai dengan kondisi pasien, osteotomi, operasi tulang rawan struktural, dan koreksi pada kartilago septal yang mungkin diperlukan guna menghilangkan punuk pada hidung dan membuat bentuk hidung yang halus.

Adanya beberapa karakteristik khusus bentuk hidung yang diperbolehkan untuk melakukan hump nose rhinoplasty, antara lain memiliki punuk pada hidung, orang yang ingin memiliki bentuk hidung yang halus, ujung hidung lunglai atau terlalu besar, orang yang memiliki rasio wajah tidak seimbang dikarenakan hidung yang terlalu panjang, dan orang yang memiliki bentuk hidung yang cukup tinggi tetapi butuh perbaikan pada bentuk hidungnya. Karena itu, terdapat beberapa tujuan hump nose rhinoplasty bila dilihat dari karakteristik khususnya, yaitu menghilangkan punuk pada hidung untuk membuat garis halus, melakukan osteotomi untuk membuat lebar hidung yang tampak lebih ramping, dan mencegah hidung terlihat lunglai pada saat tersenyum.

Prosedur kecantikan hump nose rhinoplasty dilakukan dengan cara memotong bagian hidung yang berpunuk. Agar menghasilkan struktur hidung yang mulus, lebih dulu dilakukan pemotongan pada tonjolan tulang rawan sehingga akan bentuknya akan menjadi lurus. Kemudian, dimasukan tulang yang berasal dari benjolan sebelumnya dengan menggunakan alat parut.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai hump nose rhinoplasty, bisa langsung menonton di channel youtube dr. Hendri Andreas.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: